WEJANGAN LAKU HAKIKAT HIDUP: No.9
ADOH TANPA WINANGEN.
Dengan Tema: GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU.
KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG BISA MENJAMIN HIDUP MATIMU DAN
DAPAT MENJAMIN DUNIA AKHERATMU ;
Oleh: Wong Edan Bagu.
SUATU PROSES PENDEWASA’AN:
Mengapa terkadang kita mengeluh terhadap sesuatu hal yang
tidak sesuai dengan pilihan kita? Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu
pilihan. Seseorang secara alamiah akan didewasakan oleh alam, perubahan terus
akan terjadi baik disadari maupun tidak. Suatu proses pendewasaan . Banyak
remaja yang mengatakan saya sedang mencari jati diri, “saya siapa?”, “saya
dimana?”, “untuk apa saya hidup?”.
PENDEWASAAN DIRI:
Pendewasaan diri adalah bagaimana kita menyikapi setiap
keadaan dengan positif. Pendewasaan diri biasanya selalu di tandai dengan
perubahan-perubahan pola pikirnya. Bagaimana mengendalikan emosinya. Memang
banyak butuh pengorbanan, itu tergantung dari manusianya itu sendiri. Masalah
emang pernah dateng, bukan hanya pernah tetapi emang selalu dateng dalam hidup.
Masalah tidak bakal bisa dihindari. Masalah harus kita
hadapi karna itu tantangan hidup. Setiap orang pasti mendapatkan masalah entah
itu gimana masalah yang dia hadapi. Saya sendiri pun pernah merasakan mendapat
masalah. Seperti masalah saya terhadap lingkungan, sekolah, dan ditempat lain.
Tapi masalah itu saya hadapi.
Proses pendewasaan diri adalah bagaimana kita menyikapi
setiap keadaan dengan posisif. Untuk mencapai proses prndewasaan diri itu
sendiri dengan kita melihat diri kita sendiri seperti apa, dan bagaimana kita
bisa merubah hal hal yang kurang baik dari diri kita untuk menjadi lebih baik
dari sebelumnya dengan hal hal positif. Dan hindari diri kita dari hal halyang
dapat mengotori dan berpengaruh buruk pada proses pendewasaan diri kita. Jauhi
prasangka buruk dan bersikap negatif dalam menghadapi suatu rintangan. Dengan
keberanian, keyakinan dan usaha, proses pendewasaan diri akan lebih mudah.
Pendewasaan diri biasanya di tandai dengan perubahan pola
pikirnya, dan cara dia mengendalikan emosinya. Dalam pendewasaan diri ini
mungkin banyak yang akan kita korbankan. Tetapi dengan seiring dengan perubahan
pola pikir seseorang mungkin pembelajaran untuk pendewassan diri memang tidak
ada ujungnya. Dan mungkin karna itulah Tuhan mewajibkan kita belajar terus
menerus tanpa memandang berapa umur kita. Karena belajar itu bukan hanya di
sekolah atau di perguruan tinggi tetapi belajar juga bisa lewat lingkungan dan
kehidupan sekitar kita.
Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pendewasaan diri
kita adalah ujian, cobaan, musibah, kesedihan dan penderitaan atau semua yang
menurut kita itu sulit bagi kita. Jika kita ditimpa dengan itu semua kita
harusnya semakin terpacu untuk merubah diri kita menjadi sesorang yang lebih
baik lagi bukan malah menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Kita sering
sekali di hadapkan beban yang berat yang menurut kita itu sulit untuk di
selesaikan, namun sanggup atau tidak, suka atau tidak kita harus tetap
menyelesaikan nya. Kunci nya hanya kita perlu belajar menerima keadaan,
bersabar, belajar menyelesaikan masalah dengan baik dan jangan mudah mengeluh.
Maka itu semua akan menjadikan kita menjadi lebih dewasa dalam menjalani hidup
ini.
Perjalanan hidup memang membutuhkan ruang dan waktu,
definisi ruang terletak pada 3 dimensi sedangkan definisi waktu terletak pada 4
dimensi. Manusia dihadapkan pada suatu ruang 3 dimensi, dimana potensi yang
berada dalam dirinya dari suatu panca indera bermain didalamnya, kita dapat
melihat suatu kejadian di sekelilingnya, memandang, mendengar, mencium, meraba
dan lain-lain. Semua itu memerlukan dimensi waktu, ini adalah dimensi keempat,
artinya suatu keadaan yang ditangkap oleh sistem komunikasi di dalam tubuh kita
yang akan ditangkap oleh otak melalui ‘signaling’ tertentu, sistem alam yang canggih
ini akan merekam apa yang sedang terjadi . Akhirnya kita bisa mendefinisikan
masa lalu secara jelas, namun mendefinisikan masa depan secara abstrak. Hal ini
yang masih terus dipelajari.
Mungkin suatu saat melintasi ruang dan waktu merupakan
hal yang tidak mustahil, dimana seseorang dapat mengambil hikmah dari suatu
kejadian masa lampau dengan benar-benar menyaksikan secara langsung (bukan
hasil rekaman otak kita) apa yang pernah dialami, dan bisa mengetahui sesuatu
yang akan terjadi, persis seperti ‘lorong waktu’ yang terdapat dalam serial
kartun Doraemon. Sungguh kehidupan yang kita jalani saat ini mungkin akan
dikatakan primitif oleh orang-orang masa depan, layaknya kita menganggap
primitif orang-orang masa lampau yang mendahului kita. Artinya sesuatu itu akan
berkembang, karena kapasitas otak manusia tidak mampu mempelajari dan merekam
keseluruhan ‘data’ yang ada di alam seluas ini. Hal yang dapat dilakukan
hanyalah membuka mata, membuka hati. Mengapa waktu begitu berharga, karena
sedetik pun dia tidak akan pernah kembali. Seorang bijak mengatakan waktu
adalah kehidupan.
Ujian yang dialami oleh seseorang merupakan titik menuju
suatu langkah awal dari adanya perubahan, minimal berubah dari suatu keadaan
tertentu menuju keadaan lainnya dengan grade yang lebih tinggi. Wajar jika kita
mengalami kesulitan, karena itu adalah ‘sense’nya, suatu hukum alam, suatu
sunatullah. Sederhananya coba kita melakukan revolusi dari semula menulis
dengan tangan kanan kemudian dipaksakan menulis dengan tangan kiri, yang
menjadi pertanyaan, “bagaimana hasil tulisanmu sekarang?”, “seberapa cepat anda
menulis?”, “seberapa besar tingkat kesulitan anda menulis?”, “nyamankah anda
dengan hal itu?”.
Manusia diciptakan dengan derajat yang paling mulia,
mengapa? karena ia diberi potensi untuk berpikir, mampu membedakan sesuatu,
mampu memilah. Inilah anugerah sekaligus ujian terberat yang akan dialami,
karena segala sesuatunya akan ada risiko dan konsekuensi. Oleh karena itu pula,
manusia dikenal fungsinya sebagai khalifah, sebagai pengelola, karena dia
makhluk yang cerdas, pintar, suatu makhluk yang luar biasa, yang membedakannya
dengan hewan, tumbuhan, material-material di alam. Ya itu manusia, itu kita.
Betapa suatu sistem di dalam tubuh kita itu amat sangat mempesona, suatu sistem
yang akan sangat sulit dipelajari oleh manusia itu sendiri dan mustahil untuk
didefinisikan, walaupun ilmu pengetahuan dan teknologi sudah meng’obrak-abrik’
misteri didalamnya, tapi apa semua sudah terjawab, saya sangat yakin, belum
terjawab semua. Alasannya sangat sederhana karena ilmu Allah itu luas,
kompleks. Sayangnya tidak semua manusia diberi kemampuan untuk melihat jelasnya
hitam dan putih, terangnya siang dan gelapnya malam. Potensi yang perlahan
dimatikan oleh manusia itu sendiri.
Suatu hal yang menarik dengan adanya pernyataan ‘suatu
sistem alam dimana segala sesuatunya bertasbih memuji Tuhannya. Bumi dan
material didalamnya, angkasa yang luas hingga tak terdefinisikan adalah sistem
alam tersebut, semua bertasbih, semua menjalankan fungsinya dengan baik,
padahal mereka tak diberi potensi untuk berpikir, melakukan hal yang benar,
yang tepat, yang alami. Dan kita sebagai manusia termasuk komponen dalam sistem
alam, namun tidak semua manusia berjalan seiring sistem alam karena tidak semua
mengenal fungsi dirinya selayaknya komponen sistem alam lain yang secara tepat
melakukan fungsinya, secara sederhana ketika manusia tidak berjalan seiringan
dengan ketentuan Rabbnya, dia telah melepaskan diri dari sistem alam, dia
memisahkan diri, mengasingkan dirinya. Jika bumi dan planet lain berotasi
mengelilingi matahari, maka yang ‘memisahkan diri’ dapat diterjemahkan
melakukan upaya berdiam diri atau jika ekstrim dia bergerak kearah yang
berlawanan. Jika sistem peredaran tubuh manusia mampu mensuplai oksigen sebagai
zat yang dibutuhkan sel untuk hidup, maka si ‘memisahkan diri’ akan berhenti
mensuplai oksigen, atau jika hal yang ekstrim terjadi adalah mensuplai toksik
yang mematikan sel hidup.
Untuk mencegah hal itu, Allah perlahan-lahan membukakan
pendengaran, penglihatan, dan hati agar kita bisa berjalan seiringan dengan
sistem alam, dan itu mustahil tanpa proses. Ujian yang dialami manusia,
perubahan yang terjadi adalah proses pendewasaan diri kita agar menyatu dengan
sistem alam…..
Tanda-Tanda Orang Dewasa:
Sering kita lihat anak muda zaman sekarang pada
aneh-aneh,banyak tingkah-tingkah alay yang penuh dengan kontroversional dan
mencari sensasional.Mereka kadang-kadang bersifat kekanak-kanakan bahkan
kebayi-bayian,menangis tanpa sebab yang logis,merengek minta uang buat beli ini
itu tanpa pernah tau akibat yang dia lakukan,yaaa orang tualah imbas dari
tingkah cengeng ini,ujung-ujungnya kawin,ngelahirin,dibawa kerumah sakit,uang
yaa siapa lagi kalau bukan bokap-nyokap.
Kita memang harus sadari diri posisi kita kita sebagai
anak,kita ini masih zona mengeluh tapi tak mesti terus mengeluh.Kita awali dari
zona kanak-kanakan lanjut ke zona remaja dan akhirnya tujuan akhir kita yaitu
zona kedewasaan,penuh dengan perencanaan dan segala pertimbangan.
Apakah kita ingin selamanya di zona kekanak-kanakan atau
zona remaja yang penuh dengan ambur adul segi pemikirannya ?
Tentu tidak kan ?
Oleh karena itu kita harus lewati kedua zona ini dan
tetap semangat untuk menjadi orang yang dewasa yang penuh dengan tantangan dan
tujuan.
Saya pikir tak perlu bertele-tele langsung aja ke inti
permasalahan semoga kita bisa menyelesaikan masalah itu dan meraih harapan yang
kita dambakan.
Berikut adalah tanda-tanda orang dewasa :
1.Pagi hari dia bangun awal waktu dan mengerjakan apa
yang seharusnya ia kerjakan dan yang pernah direncanakan sebelumnya tanpa ada
perasaan malas sedikit pun (intinya dia mengerjakan sesuatu sesuai dengan waktu
yang sudah direncanakan).
2.Masalah pergaulan dia sangat hati-hati dalam
berucap,berkata (sangat menghormati kata-kata yang keluar dari lidah)
3.Orang dewasa selalu tau diri (posisi) dia seperti apa
dimata orang lain.
4.Orang dewasa selalu memikirkan/mendahulukan kepentingan
orang lain (khlayak) dari pada kepentingan pribadinya.
5.Orang dewasa selalu berfikir bagaimana hidup mandiri
melalui kreatifitas dari apa yang ada.
6.Orang dewasa tidak akan menggunakan uang untuk hura-hura.
7.Orang dewasa akan selalu menjadi inspirator bagi orang
yang lemah/down dalam hidup.
8.Orang dewasa tidak akan pernah merasa menjadi pemenang
tapi dia akan berfikir tidak ada pemenang,tidak ada pecundang dia berfikir
kemenangan akan kita raih bersama ”kawan”.
9.Orang dewasa akan memulai dengan OPTIMIS dan tak akan
mengakhirinya dengan FRUSTASI.
10.Orang dewasa dalam meraih harapan akan melakukannya
dengan sewajarnya tanpa ada yang aneh bagi pandangan orang lain.
11.Orang dewasa tidak akan memikirkan seberapa banyak
waktu yang tersedia,tapi dia lebih memikirkan bagaimana waktu itu layaknya bom
yang siap meledak kapanpun sehingga dia selalu siap.
12.Orang dewasa akan bahagia saat orang lain bahagia dan
akan ikut bersedih saat orang lain merasakan kesedihan.
Sekilas itulah gambarannya… He he he . . . Edan Tenan…
Semoga Bermanfa’at dan Berkah…. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Selalu
Ttd: Wong Edan Bagu
Pengembara Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com
http://wongedanbagu.blogspot.com
Post a Comment